Apa Itu Bata Ekspos? Jenis Bahan Pembuatan Batu Bata Expose Terbaik

Apa Itu Bata Ekspos? Jenis Bahan Pembuatan Batu Bata Expose Terbaik

Apa itu bata ekspos? Batu bata ekspos (expose) untuk aplikasi dinding interior dan eksterior (teras) rumah, kantor, kafe, dan gedung sehingga tampak klasik atau modern & unik. Beli bata ekspos ukuran standar SNI harga murah 2019 dari produsen/pabrik/toko grosir bata merah Garut merk Alam Jaya. Call ✆ 08112116558.

Yuk simak penjelasan apa itu bata ekspos dari PB. Alam Jaya, produsen bata merah asal Garut.

Pengertian Apa itu Bata Ekspos

Bata muka atau ekspos/expose adalah jenis batu bata yang dipasang terbuka tanpa ditutup dengan plester (semen aci) sehingga bata tampak seperti adanya. Adapun warna bata ekspos ditentukan oleh bahan pembuatan dan proses pewarnaan.

Apa Itu Bata Ekspos? Jenis Bahan Pembuatan Batu Bata Expose Terbaik

Berikut kami jelaskan beberapa jenis bahan baku untuk membuat bata ekpos yang digunakan pengrajin batu bata.

Jenis Bahan Baku Bata Expose

Batu bata ekspos umumnya terbuat dari tanah liat yang dibakar sehingga berwarna kuning kemerahan (mendekati oranye). Wajar kiranya warna bata disebut dengan merah bata.

Selain dari tanah liat, batu bata ekspos juga bisa dibuat dari bahan lain seperti gypsum yang berwarna putih, bambu, beton cor ataupun keramik. setiap bahan baku bata ekspos memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Tanah liat

Tanah liat atau lempung adalah salah satu jenis tanah terbaik untuk membuat batu bata merah. Untuk memilih kualitas tanah terbaik untuk pembuatan batu bata, maka hindari tanah yang mengandung pasir dan kapur terlalu banyak.

Ada 2 cara untuk menguji apakah suatu tanah bisa dibuat menjadi batu bata merah berkualitas super. Cara pertama adalah uji keliatan (tidak merekah) dan cara kedua adalah uni bakar.

Uji rekahan

Cara pertama: ambil tanah kemudian campur air sedikit dan aduk hingga rata. Kemudian, campuran tanah tersebut diinjak-injak hingga lumat. Buang kerikil (batu kecil) dan kotoran yang anda temukan. Setelah lumat dan liat, lalu simpan tanah tersebut sehari semalam (sekitar 24 jam) di tempat teduh (terlindung dari paparan sinar matahari langsung). Setelah 24 jam, lihat kembali apakah ada rekahan di gumpalan tanah liat tersebut. Jika tanah tidak merekah, berarti tanah tersebut baik dibuat menjadi bahan baku bata merah expose dan press. Anda juga bisa melakukan pembersihan tanah dari kerikil dan kotoran sebelum tanah dicampurkan dengan air.

Uji bakar

Cara kedua: ambil tanah lalu keringkan. Setelah kering, kemudian bakar hingga warnanya berubah. Jika warna tanah berwarna merah menyala saat dibakar, maka tanah tersebut berkualitas bagus untuk dijadikan bahan dasar batu bata merah.

Proses Penyiapan Tanah Liat

Membuat gumpalan tanah

Dikutip dari laman web batamerahgarut.com, tanah liat perlu perlakuan pendahuluan/awal sebelum dibuat menjadi batu bata merah. Ringkasnya, tanah dibuat menjadi gumpalan, dijemur hingga kering, disimpan dalam bak penampung, disiram, diaduk dan diinjak hingga menjadi liat.

Ukuran bak penampung bakalan tanah liat disesuaikan dengan kapasitas produksi. Semakin tinggi jumlah produksi bata, maka semakin besar ukuran bak penampung. Di bagian dasar bak penampung diberi sekam padi secukupnya.

Penyiraman dengan air

Langkah awal, gumpalan tanah kering dimasukkan dalam bak. Selanjutnya disiram dan biarkan selama 2 jam sehingga tanah menjadi basah dengan air seluruhnya. Kemudian, tanah diaduk dan diinjak-injak hingga menjadi halus. Buang kerikil dan kotoran/sampah saat anda menemukannya.

Penambahan abu sekam padi

Untuk membuat tanah menjadi lebih liat dan merekat kuat, maka anda bisa menambahkan abu sekam padi. Wikipedia menyebutkan bahwa tanah liat atau lempung tersusun atas elemen silika yang diamternya kurang dari 4 mikrometer. Selain itu ada mineral lain seperti aluminium. Penambahan abu sekam pada dasarnya adalah menambah komponen silika ke dalam tanah.

Tanah liat siap digunakan

Setelah tanah benar-benar halus (lumat), maka diamkan tanah tersebut selama 12 jam. Proses pemeraman tanah ini akan membuat struktur tanah menjadi liat. Ibarat reaksi, maka akan berjalan lebih sempurna.

Gypsum

gypsum bahan baku bata ekspos

Penggunaan gypsum di Indonesia lebih cenderung sebagai plafon atau lisnya (ceiling). Masih jarang yang menggunakan gypsum sebagai bahan dinding. Dilansir dari media properti kompas.com, Negara maju di Eropa sudah mulai meninggalkan penggunaan bata merah dan bata ringan.

Selain alasan keterbatasan bahan baku, penggunaan batu bata dari gypsum cenderung ngetrend karena gaya hidup eco friendly. Gypsum lebih sedikit memerlukan air dalam aplikasinya. Selain itu daya tahan di 4 cuaca berbeda juga cukup bagus, baik sebagai interior maupun eksterior.

Adonan Semen

adonan semen untuk pembuatan bata ekspos

Batu bata dari semen disebut juga dengan batako atau bataton (bata beton). Bahan baku batako adalah pasir, semen dan air. Terkadang beberapa produsen batako menambahkan bahan lain seperti kericak ke dalam adonan semen.

Sebagai bahan bangungan, batako memiliki kelemahan. Diantaranya adalah kemampuan menyerap panas yang buruk dan tampilan kurang keren (artistik) jika diekspos. Kelebihan batako adalah waktu pemasangan yang lebih cepat dan bobotnya lebih ringan dibandingkan bata merah.

Kini anda telah tahu apa itu bata ekspos dan jenis bahan yang digunakan dalam pembuatannya. Kini anda bisa memilih bata expose terbaik untuk keperluan bangunan anda. Silakan kontak kami, PB. Alam Jaya, untuk order bata ekspos dan bata plester kualitas super (terbaik) dari Garut.

Tags: pengertian bata expose, baku mutu bata ekspose, bata ekspos putih terbuat dari, pengertian bata ekspos, tanah liat dibuat menjadi batu bata tanah liat berubah

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Order Bata? WA 08112376789