Bata Ekspos Tanpa Plester Bikin Desain Rumah Tampak Klasik

Bata ekspos tanpa plester bikin desain rumah tampak klasik. Tersedia warna merah putih dan cocok dipadukan dengan model rumah minimalis. Material dinding alternatif selain keramik dan batu alam andesit.

Rupanya saat ini biar rumah tampak mewah, tidak harus selalu tertutup oleh cat berwarna-warni nan cerah. Dengan menggunakan bata ekspos, anda dapat membuat hunian terasa wah dengan harga jatuhnya lebih murah. Tak heran sekarang ini desain bata expose sangat digandrungi oleh para arsitek, pengembang, atau dekorator rumah hunian.

Kelebihan Bata Ekspos

Ada beberapa hal yang menjadi kelebihan bata ekspos sehingga kian hari kian banyak yang meminati. Diantaranya:

kelebihan kekurangan bata ekspos

Hemat biaya

Lain dengan dinding biasa yang membutuhkan bata dan adukan semen-pasir. Dinding tersebut juga membutuhkan plesteran, acian, dan cat agar tetap tampil menawan dan tak tampak usang.

Dengan bata expose anda tidak harus menggunakan tambahan-tambahan finishing tersebut. Sehingga anda dapat menghemat biaya yang biasanya dihabiskan untuk penyelesaian akhir tersebut.

Selain dari pembangunan awalnya, perawatannya pun tidak terlalu  rumit. Berbeda dengan dinding biasa yang biasanya harus dicat ulang setiap 1 – 2 tahun. Bata ekspos tidak perlu cat, dan tampilannya dapat bertahan hingga belasan atau puluhan tahun.

Natural

Sebuah dinding biasanya dibuat agar menampilkan kesan bersih, rapi, dan elegan. Tapi jika Anda seorang kreatif, inovatif, dan penyuka suasana yang natural, akan lebih baik menggunakan bata ekspos.

Bata expose mampu menegaskan kesan rustic, industrial, hingga tradisional. Seolah bagian tersebut sesuatu yang apa adanya, tanpa tedeng aling-aling, dan menjulang bangga dengan kesahajaannya.

Hangat dan Bersemangat

Dengan pemilihan dan pewarnaan yang tepat, anda bisa mendapatkan kesan hangat dan penuh semangat dari penggunaan bahan ini. Ia terasa memancarkan kehangatan sebuah rumah, membangkitkan kembali kenangan tentang kerukunan dalam keluarga. Tentang cinta yang terbina dalam sederhananya suasana desa.

Tetap Sejuk dan Menenangkan

Mungkin agak terkesan berlawanan dengan poin sebelumnya, tapi sesungguhnya tidak. Kesan menggunakan bata ekspos memang hangat dan bersemangat. Akan tetapi hawa ruangan dengan bahan tersebut cenderung lebih sejuk dan menenangkan.

Dengan tanpa menggunakan acian dan cat, bata exspose cenderung memiliki pori yang memungkinkan udara tetap mengalir. Makanya sering terdengar istilah dinding yang bernapas, seperti itulah kondisinya.

Bahan Bata Ekspos

Apa Itu Bata Ekspos? Jenis Bahan Pembuatan Batu Bata Expose Terbaik

Nah, sebelum Anda jatuh cinta terlalu dalam dengan bata ekspos ini, admin akan memperkenalkan bahan-bahan bata expose. Karena ternyata bahan bangunan ini tidak terbuat dari satu tipe saja, tapi ada beberapa macamnya.

Kalau Anda pernah melihat desain bangunan, baik interior maupun eksterior, Anda akan mendapati bahwa ternyata exposed brick memiliki bahan yang berbeda-beda. Karakteristik bahan tersebut masing-masing akan memberikan nuansa unik dari setiap bata expose tersebut.

Bata Tanah Liat

Bahan bata tanah liat disebut juga dengan bata merah, umumnya seperti yang banyak anda temukan di rumah-rumah. Bata tanah liat ini dapat juga digunakan sebagai bata expose. Kesan unfinished style-nya begitu alami sehingga sangat klasik dan rustic.

Selain itu, bata ekspos tanah liat termasuk paling umum digunakan, karena ia kuat dan tahan terhadap api. Harganya juga murah dan dapat dengan mudah didapat. Jika bahan tanah liat yang digunakan bagus, ia dapat bertahan hingga puluhan tahun.

Penggunaan jenis ini terutama di sisi interior bangunan. Ini agar menghindarkannya dari paparan hujan dan matahari langsung. Karena jika terkena 2 hal ini tanpa ada lapisan acian dan cat khusus, akan mudah lembab, lapuk, dan hancur.

Bata KWD

Bata KWD terbuat dari tanah liat semi padat dengan tingkat kerataan dan presisi yang lebih baik dari bata merah biasa. Bisa dikatakan bata KWD lebih kuat dan lebih halus dibanding bata merah biasa. Ini karena proses pembuatannya lebih rapi dan tak lagi tradisional.

Bata KWD ini dapat digunakan juga sebagai bahan eksterior. Karena meski terkena paparan hujan dan matahari secara langsung, ia memiliki ketahanan yang lebih tinggi. Tak heran, ia banyak digunakan dalam desain bata ekspos.

Bata Terakota

Jenis Bata Ekspos Tempel, Terakota, Interlock dan Texture Terbaik

Bata Terakota juga merupakan bata tanah liat, sama seperti bata merah dan KWD. Namun, ia memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari KWD, baik soal presisi ataupun ketahanannya. Ini karena proses pembuatannya menggunakan mesin berteknologi tinggi.

Bata Terakota mampu menghadirkan corak tanpa lekuk dan sangat kuat secara struktur. Selain itu, bata terakota mampu menampilkan warna dengan sangat baik, termasuk dapat menggunakan cat seperti dinding biasa.  Tak heran, harganya lumayan lebih tinggi dari yang lainnya.

Bagi  yang belum terbiasa, mungkin agak heran mendengar gypsum sebagai bahan bata ekspos. Dapat dipahami karena biasanya gypsum digunakan sebagai bahan plafon, ceiling, atau dinding ringan. Namun tren dunia properti agaknya semakin menampakkan gypsum sebagai bahan dinding utama.

Ini karena gypsum dianggap lebih eco friendly. Akibat dari relatif sedikitnya air yang digunakan dalam proses pembuatannya. Selain itu, dalam pengujian di 4 cuaca berbeda, ketahanannya cukup dapat diandalkan, baik untuk eksterior maupun interior.

Bataton (Bata Beton)

Bataton biasa disebut juga  dengan batako. Seperti yang sudah jamak diketahui, bahan batako adalah campuran semen, pasir, dan air. Penggunaan batako untuk teknik ekspos memang kurang begitu populer. Ini karena warnanya yang putih terkesan kaku dan tidak fokus.

Selain itu, ia memiliki kemampuan menyerap panas yang buruk, sehingga rentan kebakaran dan kedinginan. Namun, dengan teknik dekorasi yang baik, ia dapat terlihat menawan dengan tambahan aksesoris. Selain itu harganya relatif lebih murah dan pemasangannya lebih cepat dari bata tanah liat.

Bata Ekspos Keramik

Bata expose keramik adalah salah satu cara  untuk menghadirkan corak ekspos tanpa harus melakukan pembongkaran dari dasar. Ini karena ekspos keramik ini menggunakan teknik tempel, menempelkan keramik ke dinding yang sudah ada.

Jadi perlu dipahami bahwa ekspos keramik ini tetap menggunakan bata biasa sebagai dinding  untuk landasannya. Kemudian ketika proses finishingnya menggunakan keramik dengan teknik ekspos.

Di satu sisi, ia tetap mempertahankan keunikan dan naturalitasnya, tetap terlihat bersih dan elegan. Disisi lain, ia dapat dikerjakan dan diaplikasikan secara lebih singkat (jika untuk keperluan renovasi) tanpa harus membongkar ulang dinding yang lama.

Batu Alam

Bata ekspos batu alam merupakan satu rumpun dengan ekspos keramik. Ia juga menggunakan teknik menempel pada dinding yang sudah ada. Ekspos batu alam susun sirih ini terutama bagi Anda yang menginginkan naturalitasnya tampak lebih tegas dan gagah.

Penggunaan teknik ekspos dengan keramik dan batu alam andesit merupakan terobosan bagi penyuka teknik ekspos. Mereka ingin menerapkan teknik ekspos ini dalam interior atau eksterior rumah/bangunan mereka, tanpa harus merubah struktur lama. Dan bahan ini, sangat cocok untuk hal tersebut.

Jenis Bata Ekspos

Dari bahan-bahan tersebut di atas, terdapat beberapa jenis bata ekspos yang paling sering digunakan. Diantaranya adalah:

Bata Ekspos Putih

Bata ekspos putih utamanya menggunakan bahan gypsum atau semen untuk menampilkan warna putihnya. Dalam pemasangan, ia menggunakan teknik tempel, sehingga tidak terlalu berat dan tak perlu membongkar struktur lama.

Meski tidak sepopuler jenis bata expose lainnya, namun ia masih memiliki penggemar yang cukup banyak. Terutama dalam hal desain interior.

Penyuka jenis ekspos ini biasanya memang tidak ingin terlalu rustic dan tradisional. Ia ingin tetap mempertahankan keeleganan dan kebersihannya. Secara warna memang tidak terlalu menonjol, bahkan penggunaan warna putih membuat kesan natural sama sekali sulit didapat.

Untuk mengatasi hal tersebut, biasanya yang empunya rumah akan melengkapinya dengan ornamen-ornamen klasik. Nah, bata ekspos putih ini justru menonjolkan ornamen dan aksesoris yang ditempatkan di depannya. Sehingga para penikmat seni dapat lebih fokus dan terarah pada objek di latar depannya.

Bata Merah Ekspos

Bata Merah Ekspos menggunakan bahan tanah liat. Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, bata ini biasanya memang tidak ditempel, tapi digunakan sejak awal proses. Ini membuat pemasangan jenis ekspos ini lebih kuat dan hemat, walaupun agak sedikit lama.

Jenis bata merah ekspos yang paling admin suka adalah yang terakota. Karena dari pengalaman admin yang sudah menggunakannya, penggunaan terakota memberi kesan lebih rapi dan tegas. Selain itu, terakota juga memungkinkan anda menggunakan warna cat yang senada. Sehingga meskipun kesannya tradisional, tapi kecerahan dan saturasinya memanjakan mata.

Meski pemasangannya agak lama, namun bagi para desainer interior, hal tersebut bukan lagi kendala. Karena saat ini sudah mulai banyak ditemukan bata merah ekspos dengan teknik menempel.

Majunya teknologi pembuatan bata ekspos memampukan produsen membuat bata merah ekspos setebal hanya 2 cm. Dengan ketebalan tersebut, desain ekspos menjadi sangat mudah untuk diaplikasikan.

Bata Ekspos Bali

Jika Anda pernah ke Bali, Anda pasti akan sering mendapati penggunaan desain ekspose ini di berbagai bangunan di Bali. Tidak hanya interior, eksterior pun dapat didapat dengan mudah.

Bata ekspos Bali sebenarnya adalah bata tanah liat yang dipasang dengan teknik ekspos. Ini memberikan kesan yang sangat artistik, klasik, dan tradisional bagi para penikmatnya. Rasanya seperti anda kembali ke masa-masa zaman kerajaan di keraton raja-raja purbakala.

Bata expose Bali  ini mulai ramai digunakan seiring berkembangnya pariwisata di Bali. Penggunanya dari mana lagi kalau bukan pengusaha hotel dan penginapan. Itu karena mereka ingin memberikan kesan Bali banget kepada para pengunjung hotel mereka.

Namun, seperti yang bisa diduga, karena desain hotel suka berubah menyesuaikan targetnya, maka bata ekspos Bali cenderung sistem tempel. Bata merah ekspos yang digunakan hanya bertebal sekitar 2 cm.  Ini memudahkan untuk pemasangan dan renovasinya.

Desain Rumah Bata Ekspos

Semakin kesini, penggunaan teknik ekspos untuk bangunan rumah pribadi semakin mudah ditemukan. Tidak hanya di kota, di desa pun teknik ini sudah sangat sering digunakan. Admin sering sekali  mendapati rumah-rumah di pedesaan menggunakan teknik ini.

Bukan karena rumah mereka memang batu bata saja loh ya, tapi terutama mereka yang menggunakan teknik ekspos tempel. Biasanya, cara untuk menggunakan desain ekspos ini pada rumah pribadi dapat digolongkan sebagai berikut.

Rumah Ekspos Minimalis

Penggunaan bata ekspos pada kalangan milenial generasi muda memang sedang sangat populer. Tampaknya semangat anti kemapanan  pada generasi milenial dapat terwujud dalam berbagai hal, termasuk di bidang interior rumah.

Namun, bagi  Anda yang masih merasa ragu, atau ingin kesan kuat batu bata tidak terlalu mendominasi, Anda dapat memasang ekspos secara minimalis.

Tak perlu menggunakan seantero dinding ruangan. Cukup sisakan sebelah sisi atau bahkan sebagian dari satu sisi dinding saja. Dengan sedikit menyisakan ruang, dan menambahkan aksesoris secara kreatif, Anda dapat memadukan kontemporer dan tradisional secara berimbang.

Desain rumah bata ekspos minimalis sangat cantik, terutama jika diletakkan pada bagian tengah ke atas. Berikan landasan yang lebih solid dengan daya tahan yang lebih baik terhadap kelembaban. Selain artistik, desainnya juga akan lebih kuat dan tahan lama.

Rumah Ekspos Klasik

Merasa nyali Anda sangat besar? Desain rumah bata ekspos klasik sangat tepat untuk Anda. Terutama jika Anda sangat ingin agar kesan rustic dan tradisional mendominasi di rumah Anda. Ini memberikan ruang yang lebih luas bagi teknik ekspos untuk diimplementasikan di  rumah.

Ekspos klasik tidak berarti harus kampungan. Anda tetap dapat memadukannya dengan dinding biasa, kayu, atau bahkan beton sekalipun. Kuncinya ada pada pemilihan ornamen dan aksesoris yang tepat, serta pencahayaan yang baik.

Untuk mendapatkan kesan interior maskulin ala industrial misalnya, Anda dapat memadukan dinding beton dengan bata merah ekspos. Untuk kesan elegan, bata ekspos hitam dengan furniture kayu atau besi dapat menjadi pilihan. Ingin kehangatan? Bata putih ekspos dengan ornamen tanaman asli mampu memberikan inspirasi.

Menggunakan desain rumah ekspos klasik menuntut Anda untuk berani dalam berkreasi. Cukup percaya diri saja dalam mencoba, dan hasil dekorasi Anda akan tampak sangat mempesona.

Rumah Ekspos Tanpa Plester

Admin pribadi lebih suka menyebutnya sebagai desain ekspos ekstrem. Karena memang sangat ekstrem dengan mendesain semua bangunan menggunakan teknik ekspos. Semuanya, tanpa secuilpun ruang untuk jenis yang lain.

Hingga saat ini, admin sendiri belum pernah mendapati secara langsung desain ekspos tanpa plester ini di lingkungan rumah hunian. Adanya di lingkungan wisata, sebagai museum vintage atau keraton-keraton jaman baheula. Namun ini bukan berarti gaya ini tidak menarik.

Desain rumah ekspos tanpa plester umum digunakan di pedesaan Eropa. Dan seperti yang dapat diduga, melihat rumah ekspos tanpa plester memberikan kesan hangat yang tidak dibuat-buat. Apalagi dilengkapi dengan perapian di dalam rumahnya.

Bagi Anda yang nyalinya ekstrem, desain ekspos tanpa plester dapat dijadikan sebagai rujukan. Jika Anda telah membuatnya, jangan lupa notifikasi admin agar dapat terinspirasi oleh Anda.

Ukuran dan Harga Bata Ekspos

Ukuran bata ekspos sangat bervariasi, tergantung jenis dan pabriknya. Sampai saat ini, sulit untuk mendapati semua produsen berpadu membuat ukuran yang satu. Meskipun begitu, range ukurannya dapat diperkirakan.

Bata ekspos standar memiliki ukuran panjang 20 cm, lebar 10 cm, dan tinggi 5 cm. Untuk bata expose halus, memiliki ukuran yang sedikit lebih panjang, antara 22 – 24 cm dan lebar 12 cm. Untuk ekspos super, panjangnya mencapai 25 – 30 cm dengan lebar hingga 14  cm. Harga bata expose ini berkisar dari Rp 1.500 – Rp 2.600 per pcs.

Itu bata expose sebagai bahan dasar ya. Untuk teknik tempel, rata-rata berukuran panjang 20 – 23 cm, lebar 5 – 6 cm, dan ketebalan 1,5 – 2 cm. Harga biasanya dihitung per meter persegi, dengan kisaran Rp 135.000 – Rp 190.000, tergantung corak dan motifnya.Nah, apakah Anda tertarik menggunakan bata expose untuk dekorasi rumah Anda. Silakan hubungi penyedia bata ekspos terdekat dari rumah Anda. Jangan lupa untuk notifikasi Admin begitu selesai renovasi ya.

Tags: harga bata ekspos jogja, Kreatifitas seni dinding bata merah

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Order Bata? WA 08112376789